Transfer dari satu kapal ke kapal lain adalah bagian penting dari bisnis pelayaran. Ide transfer dari kapal ke kapal berasal dari era ketika kapal-kapal besar terlalu besar untuk menjangkau semua pelabuhan. Akibatnya, mereka berlabuh di laut. Kapal-kapal yang lebih kecil kemudian digunakan untuk memuat dan membongkar muatan dari kapal-kapal yang lebih besar.
Saat ini, praktik ini telah berkembang menjadi proses yang kompleks. Hal ini membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang cermat. Anda akan mempelajari semua yang perlu Anda ketahui tentang transfer antar-kapal dalam panduan ini. Termasuk pentingnya, cara kerjanya, dan kiat-kiat untuk transfer yang lancar.
Apa yang Dimaksud dengan Transfer Kapal-ke-Kapal?
Ship-to-ship transfer (STS) adalah pemindahan barang dari satu kapal ke kapal lain saat berada di laut atau di luar batas pelabuhan. Proses ini penting untuk berbagai alasan, seperti mengangkut minyak mentah, barang curah, atau produk minyak bumi lainnya. Dalam kebanyakan kasus, operasi STS digunakan untuk meningkatkan efisiensi panggilan pelabuhan dan menghindari kemacetan pelabuhan dan biaya terkait. STS juga dapat digunakan untuk mentransfer barang yang sulit ditangani selama kunjungan pelabuhan normal.
Kapan Transfer Kargo dari Kapal ke Kapal Diperlukan?
Ada beberapa situasi di mana kargo mungkin perlu dipindahkan dari satu kapal ke kapal lain. Pada umumnya, situasi berikut ini terjadi:
- Transfer Personel atau PeralatanTerkadang operasi STS diperlukan untuk memindahkan personel atau peralatan dari satu kapal ke kapal lainnya. Hal ini mungkin diperlukan untuk pemeliharaan atau perbaikan darurat. Hal ini memastikan kapal beroperasi dengan lancar tanpa harus kembali ke pelabuhan.
- Operasi Pasokan Lepas PantaiKapal pasokan sering digunakan untuk mengangkut pasokan vital ke kapal-kapal besar yang beroperasi di lepas pantai, terutama dalam operasi ladang minyak. Pemindahan dari satu kapal ke kapal lain ini penting untuk menjaga agar anjungan lepas pantai tetap beroperasi dan memastikan kapal induk mendapatkan pasokan yang dibutuhkan.
- Perubahan Kru: Operasi STS juga membuat pergantian kru menjadi lebih mudah. Hal ini sangat berguna ketika kapal sedang dalam perjalanan jauh atau berada di lokasi terpencil. Metode operasi ini menghemat waktu dan biaya. Karena tim baru dapat mengambil alih tanpa kapal harus berlabuh.
- Jenis Kargo Tertentu: Di laut, beberapa jenis kargo tertentu sering dipindahkan dari satu kapal ke kapal lain. Ini termasuk minyak, gas alam cair (LNG), dan barang besar lainnya. Alat dan metode khusus diperlukan untuk memastikan bahwa pemindahan selesai dengan aman dan cepat.

Bagaimana Transfer STS Dilakukan?
Untuk melakukan pemindahan STS dengan lancar, Anda harus merencanakannya dengan baik. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan selama tahap perencanaan untuk memastikan proses yang aman dan lancar. Beberapa di antaranya adalah:
Dimensi Kapal dan Dampaknya
Penting untuk mempertimbangkan dimensi kapal yang terlibat dalam pemindahan. Hal ini karena interaksi dapat memengaruhi stabilitas dan kemampuan manuver kapal. Memahami efek ini penting untuk merencanakan metode operasi dan mengamankan kapal dengan aman.
Jumlah Pengawas Tambat
Penting untuk mengetahui terlebih dahulu berapa banyak pengawas tambat yang diperlukan untuk tugas tersebut. Para pengawas ini membantu memastikan bahwa kapal ditambatkan dengan aman dan pemindahan berjalan lancar.
Menyiapkan Alat Komunikasi
Komunikasi yang baik sangat penting untuk operasi STS. Sebelum operasi dimulai, semua orang harus menyetujui metode komunikasi dan memastikan bahwa metode tersebut efektif. Setiap orang harus menggunakan bahasa yang sama. Selain itu, harus ada metode komunikasi cadangan jika metode utama gagal.
Arah dan Kecepatan
Penting untuk memperjelas kapal mana yang mempertahankan arah dan kecepatan (kapal konstan) dan kapal mana yang bergerak selama operasi. Dengan cara ini, kedua kapal dapat merencanakan operasi dengan aman dan sukses.
Jam Siang Hari
Beberapa operasi, terutama yang melibatkan kapal pengangkut minyak mentah yang sangat besar (VLCC), mungkin perlu dilakukan pada siang hari. Hal ini memengaruhi waktu operasi untuk memastikan operasi dilakukan dengan cara yang paling aman dan paling terlihat.
Kecepatan dan Arah Angin
Kecepatan angin memiliki dampak yang signifikan terhadap cara pengoperasian STS. Ada ambang batas yang jelas untuk kecepatan angin, yang biasanya dibatasi hingga 30 knot. Namun, untuk kapal yang lebih besar, batas kecepatan angin bahkan lebih rendah. Arah angin juga penting, karena memengaruhi kemudi, terutama dalam kasus arus yang berlawanan.

Batas Gelombang
Dalam kebanyakan kasus, ketinggian ombak dibatasi hingga sekitar 3 meter. Untuk transshipment VLCC, batas gelombang adalah 1,5 meter. Batas ini memastikan bahwa kapal tetap stabil selama operasi STS.
Perencanaan Cuaca
Untuk merencanakan operasi STS, prakiraan cuaca yang akurat sangat penting. Prakiraan cuaca harus dijaga dalam kisaran yang wajar. Selain itu, waktu tambahan harus diberikan jika terjadi penundaan yang tidak direncanakan.
Pembersihan Dasar Laut
Operasi yang aman membutuhkan laut yang tidak terhalang dan jernih dengan jarak tertentu (misalnya 10 mil laut). Hal ini memungkinkan kapal untuk bekerja tanpa insiden dan dengan ruang yang cukup.
Kecepatan Pendekatan
Untuk berlabuh dengan aman, penting juga untuk mengontrol kecepatan pendekatan, yang biasanya antara 5 dan 6 knot. Kecepatan ini dapat dipengaruhi oleh batas beban perangkat anti-tabrakan. Selain itu, kapal yang bergerak tidak boleh mengarah ke arah yang salah. Pendekatan yang paling umum adalah dari seperempat sisi tambatan.
Ini adalah beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk kelancaran operasi STS. Namun, situasi spesifik mungkin memerlukan faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Penting untuk bekerja sama dengan semua personel yang relevan dan melakukan penilaian risiko secara menyeluruh sebelum memulai operasi STS.
Persyaratan untuk Operasi Transfer STS
Selain mempersiapkan operasi STS, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memastikan proses pemindahan yang lancar dan aman. Hal-hal tersebut meliputi bidang-bidang berikut ini
Pelatihan yang memadai untuk awak kapal tanker
Awak kapal tanker harus dilatih dengan baik, yang penting untuk operasi transfer STS. Awak kapal harus mengetahui prosedur dan aturan keselamatan untuk operasi transfer STS.
Peralatan STS yang benar
Kedua kapal yang akan dipindahkan harus dilengkapi dengan peralatan STS yang benar dan dalam kondisi baik. Ini termasuk bantalan udara, selang, dan peralatan lain yang diperlukan untuk pemindahan.
Jalur Komunikasi yang Jelas
Untuk operasi transfer STS, penting agar kedua kapal dapat berkomunikasi dengan jelas satu sama lain. Hal ini membantu operasi berjalan dengan lancar dan masalah apa pun yang mungkin timbul dapat ditangani.

Perencanaan Menyeluruh
Sebelum operasi pemindahan STS, tindakan harus direncanakan dengan cermat terlebih dahulu. Hal ini termasuk menginformasikan kepada orang-orang yang relevan tentang berapa banyak kargo yang akan diangkut dan jenis kargo tersebut. Selama pemindahan, penting untuk memperhatikan dengan seksama perubahan freeboard dan kemiringan masing-masing kapal.
Mendapatkan Persetujuan Dari Otoritas Pelabuhan
Salah satu langkah terpenting dalam proses persiapan adalah mendapatkan persetujuan yang benar dari otoritas pelabuhan. Hal ini memastikan bahwa prosesnya legal dan sesuai dengan peraturan setempat.
Memahami Sifat Barang
Bagian penting lainnya dari proses ini adalah memahami sifat barang yang diangkut. Ini berarti, misalnya, memiliki Lembar Data Keselamatan Bahan (MSDS) dan nomor PBB untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat.
Pengarahan Keselamatan Komprehensif
Seluruh tim yang terlibat dalam pengangkutan harus menerima pengarahan keselamatan yang komprehensif. Ini harus mencakup diskusi tentang risiko yang ditimbulkan oleh kargo. Contohnya termasuk emisi senyawa organik yang mudah menguap (VOC) dan reaksi kimia.
Peralatan Pemadam Kebakaran dan Tumpahan Minyak
Setiap kapal harus dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran dan tumpahan minyak untuk mengurangi risiko. Contohnya adalah alat pemadam kebakaran, selang, dan lengan kendali. Dalam keadaan darurat, awak kapal harus mengetahui cara menggunakan peralatan ini dengan benar.
Mematuhi Peraturan
Anda harus mematuhi semua peraturan yang tercantum dalam MEPC 59, MARPOL Annex 1 Bab 8, SOPEP, SMPEP, Panduan Pemindahan Kapal, dan rencana operasional. Hal ini memastikan bahwa peraturan internasional dipatuhi dan operasi STS yang aman dilaksanakan.
Melakukan Penilaian Risiko
Penilaian risiko menyeluruh harus dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko. Hal ini termasuk memeriksa suhu, kondisi laut, dan faktor lingkungan lainnya.
Menyiapkan Rencana Tanggap Darurat
Penting untuk menyiapkan rencana tanggap darurat. Hal ini harus mencakup prosedur untuk menangani kebocoran, kebakaran, dan kemungkinan lain yang mungkin timbul selama pengangkutan.
Jika Anda mengikuti aturan-aturan ini, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko tabrakan dan kerusakan lingkungan. Operasi pemindahan STS yang baik bergantung pada persiapan yang matang dan mengikuti aturan.

Kepatuhan terhadap Peraturan
Seperti yang telah kami katakan, kepatuhan terhadap peraturan tetap sangat penting dalam operasi STS. Hal ini memastikan keselamatan semua orang, seperti halnya selama panggilan pelabuhan normal. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui peraturan terbaru, baik yang berlaku di luar maupun di dalam negeri.
Organisasi Maritim Internasional (IMO) memiliki aturan yang ketat untuk operasi STS. Bab 8 baru telah ditambahkan ke MARPOL Annex I, yang menjelaskan cara mencegah polusi selama misi STS. Ini merupakan pembaruan yang penting. Selain itu, bab ini hanya berlaku untuk tanker dengan bobot lebih dari 150 ton bruto dan tidak berlaku untuk pengisian bahan bakar atau operasi anjungan.
Peraturan dan regulasi penting meliputi:
- Rencana Operasi STS: Rencana operasi STS perlu disetujui oleh pihak berwenang dan harus tersedia dalam bahasa utama di kapal.
- Pencatatan: Anda harus menyimpan catatan lengkap operasi STS dalam Buku Catatan Minyak selama tiga tahun.
- Pemberitahuan: Otoritas pesisir perlu diberitahu tentang operasi 48 jam sebelumnya.
Jika agen kapal memahami dan mematuhi aturan-aturan ini, maka mereka dapat melakukan operasi transfer STS yang aman, legal, dan ramah lingkungan.
Keamanan Transfer STS
Selain memiliki rencana darurat, sejumlah langkah keamanan harus diambil selama gerakan STS. Hal-hal tersebut antara lain
Memberitahukan Pihak Berwenang yang Terkait
Operasi pemindahan STS harus dilaporkan kepada pihak yang berwenang. Ini termasuk penjaga pantai, otoritas pelabuhan, dan badan-badan lain yang diperlukan. Kegagalan untuk memberi tahu pihak berwenang ini dengan benar dapat mengakibatkan denda atau hukuman. Hal ini juga termasuk mendapatkan izin yang benar dan mematuhi peraturan di daerah Anda.
Penanggung Jawab
Operasi STS membutuhkan seorang penanggung jawab. Orang ini bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua langkah dilakukan dengan benar dan merencanakan apa yang harus dilakukan oleh kru. Dalam keadaan darurat, mereka juga bertanggung jawab untuk mengawasi proses pemindahan dan membuat pilihan yang perlu diambil.

Memilih Area Transfer yang Tepat
Untuk memastikan semuanya berjalan lancar dan aman, lokasi pemindahan harus dipilih dengan hati-hati. Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti cuaca, lalu lintas, dan seberapa dekat lokasi tersebut dengan pantai. Selain itu, Anda harus memilih lokasi yang terlindung dari angin dan arus yang kuat dan jauh dari rute perdagangan yang sibuk. Anda juga harus mempertimbangkan seberapa dalam airnya, karena operasi STS perlu dilakukan di air yang cukup dalam.
Risiko Kewajiban
Memahami dan mengurangi risiko adalah bagian penting lainnya dari bisnis ini. Sebagai bagian dari hal ini, mereka harus memastikan bahwa mereka memiliki asuransi yang memadai dan memenuhi semua persyaratan hukum. Penting juga untuk memiliki aturan dan pedoman komunikasi yang jelas untuk semua orang yang terlibat dalam operasi STS.
Gunakan Alat yang Tepat
Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, menggunakan peralatan yang tepat dan menjaganya tetap dalam kondisi yang baik merupakan hal yang penting untuk kelancaran operasi STS. Jenis operasi STS yang berbeda akan memiliki persyaratan yang berbeda. Namun ada beberapa hal yang harus selalu diperhatikan. Beberapa di antaranya adalah memiliki pipa dan konektor yang baik, sistem fender yang tepat, dan pengaturan tambat yang tepat.
Miliki Rencana Kontinjensi
Penting untuk mengikuti aturan dan menggunakan rencana operasi STS. Namun, ada baiknya juga untuk memiliki rencana darurat untuk berjaga-jaga. Rencana ini harus mencakup langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi keadaan darurat, seperti kerusakan peralatan atau cuaca buruk. Juga harus ada cara untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang relevan agar mereka tetap mendapat informasi.
Rencana kontinjensi harus dibuat untuk setiap operasi STS, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi dan jenis kapal. Rencana kontinjensi juga harus ditinjau dan direvisi secara berkala. Hal ini untuk memastikan bahwa rencana tersebut tetap mutakhir dan sesuai dengan peraturan baru.
Ringkasan
Transfer antarkapal merupakan bagian penting dari aktivitas maritim. Transfer kargo antarkapal menghindari kepadatan di pelabuhan. Agen kapal harus sepenuhnya memahami standar, langkah-langkah keselamatan, dan langkah-langkah persiapan. Untuk mengelola risiko dan memastikan kelancaran transfer, perencanaan yang matang, komunikasi yang jelas, dan kepatuhan yang ketat terhadap aturan keselamatan sangatlah penting.
Bicaralah dengan tim kami.
Bagikan beberapa detail tentang proyek Anda — kapal, pelabuhan, atau operasi. Kami akan membalas dalam waktu 24 jam.

